Belakangan
ini banyak persepsi anak muda yang menganggap bahwa jomblo adalah aib.
Sebagian berpendapat bahwa jomblo dikarenakan tidak laku dan itu
memalukan. Apalagi jika melihat teman-teman di sekitar yang memiliki
pasangan dan memadu kasih layaknya Romeo dan Juliet, hati pasti terasa
teriris-iris. Namun tahukah kamu, daripada memikirkan tentang susahnya
menjomblo atau susahnya mencari pasangan, lebih baik kamu berpikir
tentang enaknya menjomblo. Ya, bagi sebagian orang yang kuat mental dan
berpendirian tegas, jomblo bukanlah hal yang memalukan, bahkan patut
disyukuri. Kenapa? Begini alasannya.
Jomblo dapat membuat kita mandiri
Kamu
dapat melakukan apa saja, kapan saja dan dengan siapa saja jika anda
jomblo. Tidak akan ada pasangan yang menelepon jika kamu bergadang
semalam suntuk, tidak ada yang akan mencari ketika kamu melakukan
perjalanan berpetualang mengelilingi pulau Jawa atau semacamnya.
Terlebih lagi tidak akan ada yang ngambek jika anda hanya menghabiskan
waktu malam minggu di rumah saja, di depan komputer. Dengan jomblo, kamu
punya kesempatan mengenal banyak orang tanpa adanya pasangan yang
cemburu.
Jomblo membuat kita menjadi teman yang baik
Sebagai
jomblo, kamu bisa menjadi teman yang baik bagi sahabat-sahabatmu. Kamu
bisa menemani mereka kemanapun yang mereka mau dan kamu juga mau. Ini
dapat digunakan untuk saling mengenal satu sama lain, mempererat
hubungan pertemanan. Misalnya kamu dapat bermain futsal, bowling atau
mendaki gunung bersama. Siapa tahu ada kesempatan bisnis yang berujung
kepada rejeki lancar yang mengalir ke kantongmu.
Lebih banyak waktu di rumah
Dengan
menjadi jomblo, kamu tidak harus mengantar pasangan kesana kemari, apel
di malam minggu dan sebagainya. Dengan begitu malam minggu kamu bisa di
rumah saja. Cobalah gunakan waktu itu untuk lebih mendekat dan akrab
dengan orang tua kamu. Makan malam atau sekedar ngobrol dengan mereka
adalah jalan yang baik untuk semakin mempererat kualitas hubungan.
Bekerja part-time atau mengambil SKS lebih banyak
Banyak
anak kuliah yang enggan mengambil SKS lebih banyak karena tidak ada
waktu. Padahal waktu yang sebenarnya untuk pacaran bisa digunakan untuk
mengerjakan tugas kuliah. Dengan berjomblo ria, kamu dapat lebih
berkonsentrasi kuliah dengan mengambil SKS yang lebih banyak, serta
lulus lebih cepat dari rekanmu yang lain. Setelah itu, terserah deh mau
menjomblo atau berpasangan. Jika kamu memilih bekerja part time, kamu
dapat menambah pundi-pundi rupiah yang bisa kamu tabung untuk mewujudkan
benda-benda impianmu tanpa harus memberatkan orang tua.
Hemat biaya hidup
Tanpa
pasangan kamu tidak punya kewajiban untuk mentraktir makan, atau apa
saja yang mengeluarkan biaya. Biaya-biaya cinta itu bisa dihapus dari
catatan pengeluaran kamu. Dengan menjomblo, kamu dapat memperbesar
tabungan lebih cepat dan mengggunakannya untuk keperluan yang lebih
penting atau untuk memulai sebuah usaha mandiri.
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Tapi, Dampak yang akan diderita/di alami oleh orang yang tidak punya pasangan atau menjomblo terlalu lama, itu akan mengakibatkan hal yang sangat di perhatikan. Menurut info menjomblo sangatlah merugikan bagi mahluk hidup. Yang paling parah dampak kepada manusia yang terlalu lama menjomblo. Berdasarkan hasil riset, memiliki pasangan mempunyai banyak manfaat terutama bagi kesehatan.
Inilah beberapa masalah kesehatan yang bisa ditangkal dari sebuah hubungan romantisme:
Kesehatan mental
Penelitian dari Florida University tahun 2010 terhadap 1.621 mahasiswa
menemukan bahwa secara keseluruhan, orang-orang yang menjalani komitmen
mengalami kesehatan mental lebih sedikit dibanding single. Pria
dan wanita lajang cenderung memiliki depresi, kecemasan, gangguan mood,
masalah penyesuaian diri, bunuh diri dan tekanan psikologis yang lebih
tinggi.
Rasa sakit
Rasa sakit
Ungkapan 'Cinta itu menyakitkan" tidak selamanya benar. Justru ketika
cinta itu mati, rasa sakit semakin terasa. Dalam sebuah studi dikatakan
ada hubungan antara rasa sakit, perasaan cinta romantis dan aktivasi
sistem dalam otak. Mencintai dan dicintai dapat mengalihkan perhatian
seseorang dari rasa sakit dan ini mengirimkan sinyal ke otak lalu
menurunkan aktivitas di daerah nyeri.
Umur pendek
Studi di Amerika Serikat tahun 2000 menunjukkan bahwa orang dewasa yang
belum menikah memiliki peluang besar untuk mengalami kematian dini.
Mereka yang menikah memiliki jaringan sosial yang lebih suportif.
Anak-anak juga merangsang keluarga untuk terus hidup, meskipun sudah
bercerai.
Sedih
Beberapa pasangan yang sedang mabuk cinta tampaknya tahu bagaimana
caranya bersenang-senang untuk mendapatkan kebahagiaan. Studi
memperlihatkan ketika kita melihat wajah orang yang benar-benar kita
cintai, ada daerah-daerah tertentu di otak yang bergerak dan menimbulkan
euforia.
Demikian adalah beberapa dampak positif dan negatif menjomblo. Memang tidak semua orang
menganggap ini benar.
posted by Ardiyanti Rizki Anissa Fatimah
posted by Ardiyanti Rizki Anissa Fatimah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar