Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 22 Januari 2013

Dampak Negatif & Positif Menjadi Jomblo


dampak positif jomblo
Belakangan ini banyak persepsi anak muda yang menganggap bahwa jomblo adalah aib. Sebagian berpendapat bahwa jomblo dikarenakan tidak laku dan itu memalukan. Apalagi jika melihat teman-teman di sekitar yang memiliki pasangan dan memadu kasih layaknya Romeo dan Juliet, hati pasti terasa teriris-iris. Namun tahukah kamu, daripada memikirkan tentang susahnya menjomblo atau susahnya mencari pasangan, lebih baik kamu berpikir tentang enaknya menjomblo. Ya, bagi sebagian orang yang kuat mental dan berpendirian tegas, jomblo bukanlah hal yang memalukan, bahkan patut disyukuri. Kenapa? Begini alasannya.

Jomblo dapat membuat kita mandiri

Kamu dapat melakukan apa saja, kapan saja dan dengan siapa saja jika anda jomblo. Tidak akan ada pasangan yang menelepon jika kamu bergadang semalam suntuk, tidak ada yang akan mencari ketika kamu melakukan perjalanan berpetualang mengelilingi pulau Jawa atau semacamnya. Terlebih lagi tidak akan ada yang ngambek jika anda hanya menghabiskan waktu malam minggu di rumah saja, di depan komputer. Dengan jomblo, kamu punya kesempatan mengenal banyak orang tanpa adanya pasangan yang cemburu.

Jomblo membuat kita menjadi teman yang baik

Sebagai jomblo, kamu bisa menjadi teman yang baik bagi sahabat-sahabatmu. Kamu bisa menemani mereka kemanapun yang mereka mau dan kamu juga mau. Ini dapat digunakan untuk saling mengenal satu sama lain, mempererat hubungan pertemanan. Misalnya kamu dapat bermain futsal, bowling atau mendaki gunung bersama. Siapa tahu ada kesempatan bisnis yang berujung kepada rejeki lancar yang mengalir ke kantongmu.

Lebih banyak waktu di rumah

Dengan menjadi jomblo, kamu tidak harus mengantar pasangan kesana kemari, apel di malam minggu dan sebagainya. Dengan begitu malam minggu kamu bisa di rumah saja. Cobalah gunakan waktu itu untuk lebih mendekat dan akrab dengan orang tua kamu. Makan malam atau sekedar ngobrol dengan mereka adalah jalan yang baik untuk semakin mempererat kualitas hubungan.

Bekerja part-time atau mengambil SKS lebih banyak

Banyak anak kuliah yang enggan mengambil SKS lebih banyak karena tidak ada waktu. Padahal waktu yang sebenarnya untuk pacaran bisa digunakan untuk mengerjakan tugas kuliah. Dengan berjomblo ria, kamu dapat lebih berkonsentrasi kuliah dengan mengambil SKS yang lebih banyak, serta lulus lebih cepat dari rekanmu yang lain. Setelah itu, terserah deh mau menjomblo atau berpasangan. Jika kamu memilih bekerja part time, kamu dapat menambah pundi-pundi rupiah yang bisa kamu tabung untuk mewujudkan benda-benda impianmu tanpa harus memberatkan orang tua.

Hemat biaya hidup

Tanpa pasangan kamu tidak punya kewajiban untuk mentraktir makan, atau apa saja yang mengeluarkan biaya. Biaya-biaya cinta itu bisa dihapus dari catatan pengeluaran kamu. Dengan menjomblo, kamu dapat memperbesar tabungan lebih cepat dan mengggunakannya untuk keperluan yang lebih penting atau untuk memulai sebuah usaha mandiri.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = 

Tapi, Dampak yang akan diderita/di alami oleh orang yang tidak punya pasangan atau menjomblo terlalu lama, itu akan mengakibatkan hal yang sangat di perhatikan. Menurut info menjomblo sangatlah merugikan bagi mahluk hidup. Yang paling parah dampak kepada manusia yang terlalu lama menjomblo. Berdasarkan hasil riset, memiliki pasangan mempunyai banyak manfaat terutama bagi kesehatan.

Inilah beberapa masalah kesehatan yang bisa ditangkal dari sebuah hubungan romantisme:

Kesehatan mental
Penelitian dari Florida University tahun 2010 terhadap 1.621 mahasiswa menemukan bahwa secara keseluruhan, orang-orang yang menjalani komitmen mengalami kesehatan mental lebih sedikit dibanding single. Pria dan wanita lajang cenderung memiliki depresi, kecemasan, gangguan mood, masalah penyesuaian diri, bunuh diri dan tekanan psikologis yang lebih tinggi.

Rasa sakit
Ungkapan 'Cinta itu menyakitkan" tidak selamanya benar. Justru ketika cinta itu mati, rasa sakit semakin terasa. Dalam sebuah studi dikatakan ada hubungan antara rasa sakit, perasaan cinta romantis dan aktivasi sistem dalam otak. Mencintai dan dicintai dapat mengalihkan perhatian seseorang dari rasa sakit dan ini mengirimkan sinyal ke otak lalu menurunkan aktivitas di daerah nyeri.
Umur pendek
Studi di Amerika Serikat tahun 2000 menunjukkan bahwa orang dewasa yang belum menikah memiliki peluang besar untuk mengalami kematian dini. Mereka yang menikah memiliki jaringan sosial yang lebih suportif. Anak-anak juga merangsang keluarga untuk terus hidup, meskipun sudah bercerai.
Sedih
Beberapa pasangan yang sedang mabuk cinta tampaknya tahu bagaimana caranya bersenang-senang untuk mendapatkan kebahagiaan. Studi memperlihatkan ketika kita melihat wajah orang yang benar-benar kita cintai, ada daerah-daerah tertentu di otak yang bergerak dan menimbulkan euforia.
Demikian adalah beberapa dampak positif dan negatif menjomblo. Memang tidak semua orang menganggap ini benar.

posted by Ardiyanti Rizki Anissa Fatimah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar